Aktifitas bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 15 Desember
2016. BPS mencatat, nilai ekspor dan impor pada November 2016 surplus
sebesar 0,84 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau 840 juta dollar AS
atau setara dengan Rp 10,92 triliun. Tempo/Tony Hartawan
TEMPO.CO, Jakarta
- Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Juda
Agung mengatakan, dampak perbaikan ekspor mulai terlihat di
provinsi-provinsi penghasil komoditas, seperti Sumatera dan kawasan
timur Indonesia, baik Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
"Sementara Jawa, di triwulan IV agak melemah terutama karena dampak pemotongan anggaran pemerintah. Itu terlihat dari sektor konstruksi serta hotel dan restoran," kata Juda usai Rapat Dewan Gubernur di Kompleks BI, Jakarta, Kamis, 16 Februari 2017.
Baca:
Penipu Berkedok Investasi Divonis 2,5 Tahun Penjara7 Pegadaian Swasta Ajukan Izin ke OJK
"Sementara Jawa, di triwulan IV agak melemah terutama karena dampak pemotongan anggaran pemerintah. Itu terlihat dari sektor konstruksi serta hotel dan restoran," kata Juda usai Rapat Dewan Gubernur di Kompleks BI, Jakarta, Kamis, 16 Februari 2017.
Baca:
Penipu Berkedok Investasi Divonis 2,5 Tahun Penjara7 Pegadaian Swasta Ajukan Izin ke OJK
Pada Januari, Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 13,38 atau meningkat 27,71 persen dibanding Januari 2016. Juda menilai, dengan membaiknya ekspor, perbaikan ekonomi yang terjadi pada triwulan IV 2016 akan berlanjut pada triwulan I 2017.
Menurut Juda, hampir seluruh komoditas ekspor andalan Indonesia meningkat, baik minyak sawit, batubara, tembaga, dan timah. "Untuk batubara, memang ada permintaan yang cukup persisten dari Cina. Dulu, kami perkirakan permintaan itu hanya temporer," tuturnya.
Dengan perbaikan ekonomi Cina yang lebih tinggi dari perkiraan BI, Juda
memprediksi, permintaan terhadap komoditas ekspor Indonesia dari negeri
tirai bambu tersebut masih cukup tinggi. "Paling tidak pada 2017 ini.
Hal itu akan mendorong ekspor kita," katanya.
Seiring dengan hal tersebut, menurut Juda, konsumsi rumah tangga akan menguat. Selain itu, dia berujar, meningkatnya harga komoditas akan membuat investasi juga membaik. "Belum lagi dari sisi fiskal. Resiko fiskal lebih rendah sehingga implikasinya dorongan fiskal di tahun ini akan lebih baik."
Seiring dengan hal tersebut, menurut Juda, konsumsi rumah tangga akan menguat. Selain itu, dia berujar, meningkatnya harga komoditas akan membuat investasi juga membaik. "Belum lagi dari sisi fiskal. Resiko fiskal lebih rendah sehingga implikasinya dorongan fiskal di tahun ini akan lebih baik."
Berita Terlengkap dan Terbaru Lainnya Bisa di baca dsini
PRO HAK RAKYAT
PRO HAK RAKYAT
Sumber: https://bisnis.tempo.co
0 Response to "Alhamdulillah: Ekspor Membaik, BI: Perbaikan Ekonomi Berlanjut di 2017"
Posting Komentar